Thursday, 21 March 2013

Definisi Sukses



Intermezzo kehidupan gue di planet bumi: Alhamdulillah, sore ini gue bisa pulang cepat lagi. Semua ini berkat gue nebeng ama kang syukur pemilik blog pesona kehidupan. Dengan pulang lebih cepat dari biasanya sesampainya di kosan, seperti biasanya setelah makan dan mandi(lazimnya orang mandi dulu ya baru makan…), sekarang gue bisa nyempatin diri buat sholat berjamaah di masjid. Sesuatu banget. Mudah-mudahan jadi kebiasaan. Aamiin.

Postingan kali ini gue pengen ngomongin tentang definisi suskses. Apa itu sukses? Perlukah? Pentingkah? Apa hidup akan berhenti jika kita tidak sukses? Jawabannya adalah relative. Tergantung dari individu yang menjalani kehidupannya, bagaimana ia melakukan peran kehidupannya dan atau diikutsertakan atau tidakkah orang lain dalam pertanggungjawaban pencapaian kesuksesannya.

Setiap orang mempunyai definisi suskses tersendiri. Ada orang yang memang mengukur kesuksesan dari materi, jabatan, hubungan asmara, pendidikan, spiritual(religius)dan bahkan ada pula yang cukup bersyukur dengan kesuksesan yang hanya berupa ketenangan dalam kehidupannya.

Mereka yang mengukur kesuksesan dari materi menganggap mereka berhasil dengan misi hidupnya jika mereka mempunyai setidaknya apa yang bisa mengkategorikan diri mereka ke dalam orang-orang bermateri tinggi, seperti kepemilikan rumah mewah, kendaraan mewah atau pun accessories2 limited edition. Sah-sah saja. Mereka menganggap diri mereka sukses karena itulah yang mereka targetkan.

Begitu pula dengan mereka yang mengukur kesuksesan dengan jabatan, dia mendapatkan posisi yang lumayan penting dan besar pengaruhnya di instansi atau perusahaan. Dia sukses dengan misi hidupnya.
Mereka yang menjadikan asmara sebagai definisi kesuksesan, tentunya, mendapatkan hubungan yang romantic dan semakin kuat dengan kekasihnya adalah tingkatan yang mereka idam-idamkan. Suatu hari mereka berkeluarga dan dikaruniai keturunan baik itu adalah pencapain tertingginya.

Mereka yang mendefinisikan kesuksesan dengan pendidikan ialah mereka yang teramat menilai sesuatu dari bagaimana proses mendapatkan sesuatau tersebut. Gue sendiri termasuk dalam kelompok ini. Ini semua karena keluarga gue yang teramat memegang teguh asas pentingnya pendidikan bagi kehidupan. Perlu digarisbawahi bahwa pendidikan berbeda dengan pengajaran. Yang artinya pendidikan tidak selalu dilakukan di lingkungan formal.

Mereka yang mengukur kesuksesan dengan tingkatan spiritual atau religi adalah orang-orang yang menurut gue tingkat kereligiusannya emang tinggi. Mengesampingkan dunia adalah hal yang tidak bisa semua orang lakukan. Benar sih anggapan mereka bahwa dunia akan mengikuti setelah akhirat benar-benar dilakukan syariatnya. Gue sendiri pernah kok ngalaminnya waktu kecil. Saat diri ini, caelah, masih belum dihitung dosanya, rasa-rasanya setiap keinginan yang gue pengen capai itu bisa kesampaian. Itu aja sih.

Lalu, bagaimana dengan mereka yang cukup sukses dengan ketenangan kehidupan. Wah,wah kayaknya semua orang mendambakan kesuksesan seperti ini. Adalah sebuah kehidupan yang menjadi primadona saat kita mempunyai apa yang kita inginkan ditambah lagi dengan ketenangan saat memilikinya. Tidak ada ketakutan akan orang-orang yang akan merebutnya, ketakutan bencana yang akan menghancurkan dan dibebaskannya diri kita dari perasaan ketakutan akan kehilangan. Everybody will love it.

Tapi dalam pejalanan hidup mencapai impian dan kesuksesan ini, menurut seorang filosof yang namanya gue lupa siapa-maklum gue denger namanya dari film Cinta Suci Zahrana lebaran kemarin, “Akan ada masa dimana manusia bahkan tidak memperhitungkan kesuksesan apa yang telah didapatnya.”

Sobat semua, share dong apa definisi sukses kalian di komen… Salam.

16 comments:

  1. semoga saja yaa kita semuanya nantinya bisa berada pada satu titik dimana pada titik itu kita semuanya sudah berada pada titik kesuksesan.Amin.saya minta izin sob follow blognya, kalau ada waktu kesebelah juga yaa jalan jalan dan follback....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin...

      iya, makasih. follback soon...

      Delete
  2. hmm ya mun di pikir mah da ker naon sukses ari hirupna loba bayareun joba punya mobil mewah tapi angger we da sien kapalingan, matak enya oge sih mending sederhana, hidup tentram tapi segala kebutuhan terpenuhi

    ReplyDelete
    Replies
    1. yep dalam keadaan apa pun nu penting mh ketentraman dan ketenangan...

      Delete
  3. sukses buat gue tuh bilang, "YES!" ketika yang laen bilang, "NO!"
    hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, pintar melihat hikmah dibalik kegagalan bang eksak ini,,,

      Delete
  4. sukses menurut saya ketika saya bilang alhamdulillah (bersyukur).
    alhamdulillah dapat kerja, alhamdulillah dapat istri cantik dst.
    karena sesuatu yang disyukuri itu menjadikan pikiran dan hati ayem tentrem.
    salam hormat saya.

    ReplyDelete
  5. blogwalking...
    kunjungan perdana saya ditunggu folbacknya kawan..

    ReplyDelete
  6. iya bener gan... orang lain menganggap sukses hanya dari sisi materinya aja

    ReplyDelete
  7. ane setuju gan... sukses atau tidaknya kita yang ngukur adalah kita sendiri... dan tuhan :D

    ReplyDelete
  8. wah.. agan sendiri udah sukses dalam hal apa neh?

    ReplyDelete

Blog Uyo Yahya menerima segala macam komentar yang memenuhi kriteria "Bebas tapi Sopan". Mangga, silahkan...

Featured post

Retorika: Seni Merubah Pikiran Manusia

Di akhir perkuliahan semester 3 awal Maret ini saya mempelajari tentang Introduction to Litetrature. Untuk nilai dan tugas, setiap individ...